Buletin Muslim Pelajar edisi 4 : Ketika Hijrah, Cinta Menyapa

0
1071
views

Sudahkah kita berhijrah? Mungkin dulu kita jauh dari sunnah-sunnah nabi, karena terseret oleh trend masa kini. Namun saat ini, insyallah kita telah berusaha tuk merubah diri dari masa yang kelam menuju cahaya ilahi. Perjalanan yang mungkin tidaklah mudah untuk dilalui karna banyak rintangan yang harus kita hadapi. Mungkin berkali-kali kita berlari, namun berkali-kali pula kita terhenti, atau kadang kita berbalik.

Ketika kita sudah memutuskan untuk meninggalkan apa yang dilarang, yang kita butuhkan selanjutnya adalah keistiqomahan, ketetapan hati diatas jalan Al-Quran dan as-sunnah. Kita tidaklah tau, kapan perjalanan kita kan terhenti. Oleh karenanya, selagi kita masi memiliki waktu, dan jiwa raga masih terikat, janganlah berhenti menggerakkan hati untuk selalu tertarik pada perjalanan yang di ridhoi Sang Ilahi. 

Namun terkadang, ketika kita sudah bertekad untuk berhijrah, ada saja cinta yang bertamu. Sebenarnya cinta adalah anugerah, merasakannya adalah fitrah, menjaganya adalah ibadah. Terkadang cinta adalah sebuah nikmat yang mendatangkan pahala berlimpah. Namun terkadang pula, cinta menjadi musibah apabila kita menyikapi dengan cara yang salah.

Kawan, jatuh cinta bisa dirasakan oleh semua orang tanpa terkecuali, baik yang belum berhijrah, sedang berhijrah, bahkan sekelas orang alim yang telah lama berhijrah. Hal itu karena merasakan cinta adalah fitrah seorang manusia. Namun, banyak para remaja saat ini yang tidak kuat menahan rasa karena cinta, hingga tak jarang remaja yang terbawa oleh hubungan semu atau biasa kita sebut pacaran. Banyak sekali kita dengar, orang lulusan pesantren, para penghafal Al Qur’an, atau lainnya yang terjerumus kedalamnya. Dahulu kita kenal dengan seseorang yang baik agamanya pun, tak jarang terseret pula.

Kawan, cinta bisa hadir karena banyak hal. Diantaranya ;

  1. Pandangan mata.

Pernahkan kita dengar pepatah bahwa rasa ada bermula dari mata dan turun ke hati? Hal itu berarti cinta ada berkat rangsangan visual, seperti halnya melihat dirinya walau di dunia maya. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman dalam Surat Ali Imron ayat 14,

“Dijadikan indah pada (pandangan manusia) kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan, yaitu wanita-wanita.”

  1. Pendengaran

Selain unsur visual, pendengaran (audio) juga dapat menyebabkan seseorang terjatuh pada jurang cinta. Salah satu sebab adalah dengan mendengarkan musik-musik terutama musik yang menyebabkan seseorang semakin merasa galau. Maka dari itu, hendaknya kita berusaha untuk meninggalkan musik dan beralih kepada murotal atau Al Qur’an.

  1. Terbiasa

Cinta juga bisa menyapa karena terbiasa, baik terbiasa karena saling bersama ataupun saling bertukar cerita.

Lalu kawan, Bagaimana sikap kita saat cinta terlanjur mampir dalam hati kita?

Bila kita telah terlanjur terkena panah asmara, yang kita lakukan adalah Silent Love atau biasa kita sebut “Cinta Dalam Diam”. Tidak mengumbarnya ke khalayak dan juga tidak mengungkapkannya pada dia yang kita suka. Hal itu lebih terjaga daripada harus diutarakan. Akan tetapi ingat kawan, jangan lah berlebihan dalam cinta meskipun dengan diam. Bisa jadi karena cinta yang kita punya, justru menghalangi perjalanan hijrah kita. Alasannya karena cinta dapat membuat kita gelisah setiap saat. Bayangan darinya selalu berlari kesana kemari dalam pikiran kita. Sering curi-curi pandang agar bisa melihatnya. Cari-cari kesempatan untuk bisa berbicara dengannya. Selalu kepo dan stalking status akun sosmed nya. Sering berangan-angan akan dirinya dan akan merasakan sakit hati karena memendam rasa begitu lama. Apalagi jika Allah tidak mentakdirkan untuk bersama, sesakit apa hati kita nanti kawan?

Cinta dalam diam tak selamanya baik di hadapan-Nya, karena dapat membuat kita lebih mengingatnya bukan mengingat-Nya sehingga tidak lagi mentauhidkan Allah dalam masalah cinta kemudian akan lalai terhadap Sang Pencipta. “(Diantara penyakit cinta) adalah sibuk mencintai dan mengingat makhluk sehingga lalai mencintai serta mengingat Allah. Tidaklah dua perkara tersebut terkumpul dalam hati seseorang, melainkan salah satunya pasti berusaha menundukan yang lain, hingga kekuasaan menjadi milik pemenangnya.”

Selain itu, dengan kita bercinta ditakutkan dapat menimbulkan Zina. Ada banyak jalan menuju perzinaan seperti bergandengan tangan, berpelukan, bersentuhan dan lain sebagainya. Bahkan Rasulullah bersabda, “Allâh telah menulis atas anak Adam bagiannya dari zina, maka pasti dia menemuinya: Zina kedua matanya adalah memandang, zina lisannya adalah perkataan, zina hatinya adalah berharap dan berangan-angan. Dan itu semua dibenarkan dan didustakan oleh kemaluannya”. (HR. Al-Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

Bagaimana meminimalisasi cinta terlarang?

Ada banyak cara yang bisa kita lakukan. Meskipun sulit, tapi tidak ada salahnya kan mencoba? Jika Allah meridhoi hijrah kita, pasti akan Allah mudahkan kita untuk melakukannya.

  1. Isi waktu luang

Waktu luang adalah kesempatan bagi hati dan pikiran kita untuk berlari kemana-mana. Sibukkan diri kita dengan hal-hal yg baik, alihkan pikiran kita ke hal yang bermanfaat. Misalkan Berdzikir, muhasabah diri, ikut kajian, belajar, dan lain-lain.

  1. Hindari kontak dengannya

Sebisa mungkin hindari berkontak dengan lawan jenis jika dirasa tidak terlalu penting dan jangan mencari-cari topik pembicaraan untuk memperpanjang chat dengannya.

  1. Hindari menyebutnya

Dalam pembicaraan hindari menyebut-nyebut orang yang singgah di hati kita karena sadar atau tidak hal ini dapat menimbulkan rasa cinta ataupun rindu semakin menjadi.

  1. Berkumpulah dengan orang-orang yang shaleh atau sholehah

Agar bila kita berbuat salah, akan ada yang mengingatkan dan menasihatinya.

  1. Jangan memanjakan perasaan kita

Misalnya : Modus atau mencari-cari cara untuk mengambil simpati darinya dan Riya,  melakukan amalan baik namun ingin dipuji atau dipandang baik olehnya.

6. Berdoa kepada Sang Pembolak-balik hati

Mohonlah perlindungan agar kita selalu dilindungi dari perbuatan yang tidak Allah sukai terutama zina. Mintalah untuk diberi kekuatan agar dapat menahan hawa nafsu dan rasa cinta yang dapat menjauhkan kita dari Allah, Sang Pencipta.

Buat kita yang sedang berhijrah. Istiqomah lah.  Jangan sedih kalau status kita jomblo. Berbanggalah dan akuilah bahwa kita seorang  jomblowan/jomblowati yang sabar menanti cinta sejati. Apabila kita telah mengaku jomblo, BERSABAR DAN ISTIQOMAHLAH dengan kejombloan kita hingga kita telah siap untuk duduk dipelaminan bersama dia yang menjadi pilihan-Nya.

 

Ditulis oleh Sahabat Bashira, Fany Rizki N
Pelajar SMA N 1 Depok
Semoga Allah berkahi dan ampuni dirinya dan keluarganya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here