HARAPAN TERAKHIR

0
322
views

Harapan Terakhir

Seandainya ada seorang pegawai, pegawai ini senantiasa melakukan kesalahan, banyak melakukan kecurangan di dalam bekerja serta hal-hal yang menyelisihi aturan Perusahaan.

Pada suatu ketika, pegawai ini dipanggil oleh Pemilik Perusahaan untuk menghadap ke ruangannya.

Kira-kira apakah yang ada di benak si pegawai ini ?

Pastilah ia akan berburuk sangka terhadap dirinya, khawatir akan dihukum, dimarahi oleh Bossnya Itu, seandainya ia bisa kabur, tentu ia akan kabur , lari dan terus berkilah, menghindari pertemuan tersebut. Terlebih lagi, Bossnya ini ternyata sudah mengetahui kelakuan si pegawai.

Adakah kiranya sang pegawai akan berpikir, wah saya mau dikasih bonus nih, bakal naik gaji nih. Tidak, sekali-kali tidak.

Sekarang,

Coba renungkan kondisi ini, ketika seseorang berada di posisi kematian, ambang sakratul maut, ketika ia dipanggil untuk kembali ke Tuhan semesta alam.

Adakah seorang hamba yang ia tahu dirinya banyak melanggar syariat, banyak bermaksiat, selalu mengikuti hawa nafsunya, akan sanggup berbaik sangka, sanggup berharap kepada Allah untuk mengampuni dosa-dosanya di akhir hayatnya ?

Para ulama menjelaskan bahwa ketika seseorang berada pada kondisi sakratul maut, maka ia harus mengedepankan harapan akan ampunan Allah. Namun, akankah ia sanggup melakukan ini, jika di akhir hayatnya yang terlintas di dalam dirinya adalah segala pelanggaran yang ia lakukan selama ia hidup di dunia yang ia terus lakukan hingga ajal menjemputnya dan ia belum bertaubat dari dosa-dosanya tersebut ? Bisakah ia mengedepankan harapan terakhirnya dalam kondisi seperti ini ?

Yang mungkin akan terjadi, ia takut untuk kembali menghadap Allah, takut serta benci untuk pulang.

Padahal, Nabi telah bersabda,

Barangsiapa benci berjumpa dengan Allah maka Allah pun benci berjumpa dengannya.
(HR. Bukhari)

Wahai Saudaraku, Segeralah kita kembali dan bertaubat kepada Allah, agar kelak ketika kematian menjemput, yang terbayang di benak kita adalah betapa bahagianya kita karena sudah sempat untuk bertaubat sehingga kita pun sanggup berharap akan ampunan Allah.

Ustadz Boris Tanesia -hafidzahullah-

Baarakallah Fiikum

[DUKUNG DAKWAH MAJEEDR DARI RUMAH]

 

Bank BNI Syariah

No. Rek. 396 111 618

a.n. Hernawan Faiz Abdillah

 

Konfirmasi ke Donasi Majeedr : 085927420050 (WhatsApp / SMS)

 

Format : Donasi Perlengkapan # Nama Lengkap # Asal # Jumlah # Bank Pengirim# Tanggal Kirim

 

♻ Silakan disebarluaskan

═══ ¤❁✿❁¤ ═══

Follow us !

Facebook : https://facebook.com/majeelisdakwahremaja

LINE : http://line.me/ti/p/%40majeedr (@majeedr)

Instagram : https://instagram.com/majeedr1 (@majeedr1)

Telegram : t.me/majeedrofficial (@majeedrofficial)

Twitter : https://twitter.com/majeedrofficial

Website : www.majeedr.com

Majeedr TV : bit.ly/majeedr

 

Akun Kemuslimahan Majeedr (Bashira),

BASHIRA

Facebook: facebook.com/letsstudyislam (Bashira)

[email protected]: http://line.me/ti/p/%40bashira (@bashira)

Instagram: https://instagram.com/bashiraofficial (@bashiraofficial)

Telegram: t.me/bashiraofficial (@bashiraofficial)

 

Kunjungi juga Majeedr Store

Instagram https://instagram.com/majeedrstore (@majeedrstore)

store.majeedr.com

 

Mau membantu dakwah dari rumah?

Yuk berdonasi buat program-program majeedr

Cek http://majeedr.com/info-donasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here