Hati yang jauh dari Allah

hati yang keras

Kenapa ya?

setiap kebaikan pasti selalu kurang waktu yang kita butuhkan, namun untuk melakukan keburukan atau hal yang sia-sia, pasti ada-ada aja waktunya, bahkan lebih dari cukup.

misalnya, kita sudah niat buat muroja’ah satu juz, tapi pasti kebablasan dihari berikutnya. mau kajian, tapi kok sibuk ya? namun ketika kita gunakan waktu kita buat main game, nonton film berepisode-episode, baca novel, komik, pasti waktunya selalu cukup bahkan bisa dikatakan puas, kalo film ya tamat. toh, waktu bengong atau nongkrongnya juga banyak.

hmmm…mungkin kurangnya tekad yang kuat atau mungkin karena banyaknya godaan atau mungkin semacamnya. kan gak lucu, ya sudahlah mungkin memang butuh hiburan, tapi kok cara menghibur dirinya gitu?

Apakah hati kita sudah mengeras dan jauh dari Allah?

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

“Tidaklah seorang hamba mendapat hukuman yang lebih berat dibandingkan hati yang jauh dari Allah”

(Al fawaaid, hal. 95)

Semoga Allah beri hidayah untuk hamba-Nya yang lemah ini
__________
Muhammad Ismail Hamidiy

Hati yang Jauh dari Allah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *