Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang telah memberikan kenikmatan islam dan kesehatan sehingga kita dapat terus Insya Allah selalu istiqomah untuk meniti jalan Allah yang lurus. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Rasulullah Muhammad beserta para keluarga, sahabat dan pengikutnya termasuk kita semua hingga yaumul qiyamah nanti Aamiin. Amma ba’du.

Mungkin banyak orang-orang yang bertanya-tanya, apakah wajib menuntut ilmu syar’i (agama) ? Kan yang penting aku syahadat, sholat, zakat, puasa dan haji, masalah ilmu agama ntar bisa gue tanyain ke ustadz aja, kan banyak tuh ustadz di negara kita iya gak ? dan mungkin pertanyaan-pertanyaan yang lain. Pada intinya terdapat suatu kejanggalan di zaman ini suatu statement bahwa menuntut ilmu syar’i (dibaca : Agama) itu wajib bagi setiap muslim.

Wahai saudara-saudaraku, Islam adalah agama yang benar dan haq. Hal ini telah Allah tetapkan dan jelaskan di Al-Qur’an sebagaimana yang kita kenal di surat Al-Maidah ayat ke-3,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

Artinya : Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu (Q.S. Al-Maidah : 3)

Maka dari itu sungguh suatu kenistaan dan kesia-sia an yang nyata apabila agama yang sempurna ini tidak kita pelajari.

Ketahuilah hadits mulia Rasulullah ini,

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ.

“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.”

(HR. Ibnu Majah. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224)

Yang dimaksud imu dalam hadits tersebut adalah ilmu diin (agama islam) karena kita ketahui bersama bahwa Rasulullah diutus Allah membawa ajaran agama islam ke dunia dan merubah zaman kejahiliyahan ke zaman yang cerah penuh cahaya kebenaran. Cahaya kebenaran tersebut tidak lain adalah islam.

Allah juga berfirman :

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا

“Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.” (Al-Fath: 28)

Dari sini sudah tampak wajibnya menuntut ilmu agama.

Selain itu juga ada banyak manfaat atau balasan bagi para penuntut ilmu agama. Dalam sebuah hadits panjang yang berkaitan tentang ilmu, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَطْلُبُ فِيْهِ عِلْمًا سَلَكَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْـجَنَّةِ وَإِنَّ الْـمَلاَئِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّهُ لَيَسْتَغْفِرُ لِلْعَالِـمِ مَنْ فِى السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ حَتَّى الْـحِيْتَانُ فِى الْـمَاءِ وَفَضْلُ الْعَالِـمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ. إِنَّ الْعُلَمَاءَ هُمْ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ لَـمْ يَرِثُوا دِيْنَارًا وَلاَ دِرْهَمًا وَإِنَّمَا وَرَثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ.

Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalannya menuju Surga. Sesungguhnya Malaikat akan meletakkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha dengan apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya seorang yang mengajarkan kebaikan akan dimohonkan ampun oleh makhluk yang ada di langit maupun di bumi hingga ikan yang berada di air. Sesungguhnya keutamaan orang ‘alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar tidak juga dirham, yang mereka wariskan hanyalah ilmu. Dan barangsiapa yang mengambil ilmu itu, maka sungguh, ia telah mendapatkan bagian yang paling banyak.”

(Hadits shahih : Diriwayatkan oleh Ahmad (V/196), Abu Dawud (no. 3641), at-Tirmidzi (no. 2682), Ibnu Majah (no. 223), dan Ibnu Hibban (no. 80 al-Mawaarid), lafazh ini milik Ahmad, dari Shahabat Abu Darda’ radhiyallaahu ‘anhu)

Bisa kita rasakan begitu besar manfaat yang diperoleh oleh para penuntut ilmu agama berdasarkan hadits ini. Masih terdapat banyak dalil lain yang menunjukkan keutamaan dan manfaat penuntut ilmu. Sungguh sangat disayangkan apabila kita tidak memperoleh keutamaan-keutamaan itu semua. Semoga Allah mudahkan bagi kita menuntut ilmu agama Islam.

Tibalah kita di suatu permasalahan, Bagaimana dengan ilmu akademis semisal kedokteran, teknik, MIPA, pertanian, sosial, dan ilmu dunia yang lain??? Apakah wajib juga? Dan bagaimana hukumnya apabila ilmu dunia mengganggu dalam kita mencari ilmu agama???

Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan (Beliau adalah anggota Kumpulan Ulama Besar Saudi Arabia dan Semoga Allah menjaganya) pernah ditanya,

 

“Sebagian pemuda muslim punya kecenderungan untuk serius mempelajari ilmu pengetahuan umum. Seperti ilmu kedokteran atau aktif dalam penelitian-penelitian modern lainnya. Katanya mereka bertekad untuk mengurangi ketergantungan kaum muslimin kepada orang kafir dan musyrik. Bagaimana pendapat Anda tentang fenomena tersebut?”

 

Jawaban Syaikh hafizhohullah,

Itu hal yang bagus dilakukan dan dia akan mendapatkan pahala. Hanya saja dia tidak boleh meninggalkan aktivitas belajar ilmu agama yang ia butuhkan. Jadi, pertama-tama dia harus mempelajari masalah-masalah agama yang sifatnya dharuri (yaitu ilmu agama yang setiap muslim wajib untuk memahaminya, seperti akidah, hukum bersuci, shalat, zakat, puasa sehingga ia tidak sampai meninggalkan kewajiban dan meninggalkan yang haram , pen). Setiap muslim tidak boleh meninggalkan ilmu seperti itu. Jika seseorang serius mempelajari ilmu kedokteran dan semacamnya dari ilmu dunia sementara ia tidak mengetahui ilmu agama yang wajib dipelajari, maka tentu saja tidak boleh” (Al-Muntaqa, 1: 332)

 

Kemudian dalam suatu kajian, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz (Beliau adalah mantan Hakim besar urusan Agama dan mantan Ketua Komisi Fatwa Saudi Arabia dan semoga Allah senantiasa merahmatinya) pernah ditanya,

 

“Wahai Syaikh, Mana yang lebih baik bagi siswa SMA yang selesai untuk masuk perguruan tinggi, Universitas Sains seperti kedokteran atau Universitas Syari’ah (Hukum Agama) ?

 

Jawaban Syaikh Rahimahullah (Secara Ringkas)

“Siapapun belajar sesuatu yang baik yang bermanfaat bagi rakyat dan ia menggunakannya untuk mentaati Allah, oleh karena itu dia dihargai dan dipuji. Namun dia tidak diizinkan untuk mengabaikan ilmu-ilmu syariat. Salah satunya harus belajar ilmu syariat dan ilmu terkait agamanya. Jika ia belajar ilmu kedokteran atau penelitian yang lain, maka dia diizinkan (dalam islam). Jika anda dapat belajar ilmu-ilmu syariat dan pemahamannya maka itu lebih utama dan lebih baik untuk anda dan lebih baik untuk masa depan anda. Silakan bekerja sesuai apa yang anda inginkan asal tetap menjaga ketaqwaan dan istiqomah kepada Allah. Ingat bahwa jangan pula memprioritaskan ilmu kedokteran , teknik dan yang lain di atas ilmu syariat anda.”

Lebih jelasnya lihat pada link ini tentang jawaban syaikh Bin Baz :

https://www.youtube.com/watch?v=dSuN8E8RXhs

 

Penjelasan kedua Syaikh di atas menunjukkan bahwa bekal utama yang harus dimililiki adalah mempelajari ilmu agama terutama ilmu yang wajib dipelajari. Setelah itu, jika ia ingin menguasai ilmu teknik, kedokteran, farmasi, ekonomi, maka tidaklah masalah. Apalagi ia meniatkan ilmu tersebut dengan niat bertaqwa kepada Allah kemudian untuk kemajuan Islam dan untuk manfaat bagi orang banyak, moga dengan niatan baiknya ia akan mendapatkan pahala yang besar.

Intinya, Ilmu agama tetap wajib dan tidak bisa ditawar-tawar lagi, sedangkan ilmu dunia sesuai kebutuhan dan sangat baik apabila dalam mencarinya dengan niat bertaqwa kepada Allah dan bermanfaat untuk manusia.

 

Belajar ilmu dunia sambil menuntut ilmu agama sangat mungkin. Mari kita atur jadwal kita agar dapat terus menuntut ilmu agama dengan benar, kemudian tak ketinggalan juga ilmu dunianya.

 

Ingatlah , Imam Asy Syafi’i (semoga Allah senantiasa merahmatinya) berkata,

 

مَنْ لَا يُحِبُّ الْعِلْمَ لَا خَيْرَ فِيهِ

 

“Siapa yang tidak mencintai ilmu (agama), tidak ada kebaikan untuknya.”

 

 

Wallahua’lamu bisshawab….

 

Washallallaahu ‘ala nabiyina muhammad wa ‘ala ali washahbihi wasalam.

 

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

 

 

Stay Tune ! Majeedr.com | fb.com/majeedreporters

 

Disempurnakan di Rumah,

Yogyakarta, 29 Rabiul Awwal 1437 H / 10 Januari 2016 M

 

Syaifullah Rangga Haryo Nugroho

Ilmu Syar’I dan Ilmu Akademis
Tagged on:         

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *