Allahumma sholli wa sallim ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam

Saudaraku, kita tentu tidak ragu lagi bahwa diantara ibadah-ibadah sehari-hari kita itu ada pembatalnya. Misal saja sholat, tentu kita semua sudah tahu bahwa sholat itu ada pembatalnya semisal kentut, makan, atau minum. Wudhu itu ada pembatalnya yaitu kentut. Puasa juga punya pembatal yaitu makan dengan sengaja.
Perlu diketahui pula bahwa Syahadat juga sebagaimana rukum Islam yang lain, dia juga punya pembatal-pembatal syahadat.
Disini saya akan menejelaskan sedikit tentang hal-hal yang bisa menyebabkan murtad, hanya saja perlu menjadi catatan bahwa penjelasan kita disni fungsiya sebagai cermin untuk melihat diri kita agar terhindar dari hal-hal yang bisa sangat membahayakan ini. BUKAN untuk menghukumi si A adalah kafir, si B adalah kafir secara tunjuk hidung. Karena walaupun seseorang katakanlah telah melakukan pembatal Islam, maka dia tidak serta merta murtad begitu saja, tetapi harus terpenuhi beberapa syarat misalnya tidak dipaksa, sudah sampai ilmu kepadanya, dll. Sehingga urusan vonis itu sama sekali bukan urusan kita. Fungsi tulisan ini untuk menghindarkan diri kita dari perbuatan itu.
Tulisan ini juga terinisiatif dari keingintahuan diri ini dengan kalam ulama yang hidup jauh sebelum Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab seputar takfir
Berikut ini beberapa hal :
 1. Orang Yang Melakukan Syirik
Syirik ini adalah sebuah dosa terbesar, dan ini adalah sebuah kedholiman terbesar karena dirinya telah berbuat dholim kepada Allah yang telah menciptakannya
Allah berfirman,
إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Sesungguhnya Syirik itu adalah kedholiman yang besar” (Luqman :13)
Ibnu Katsir ketika menjelaskan ayat di atas mengatakan, “Syirik adalah kedholiman yang paling besar” (Tafsir Qur’anul ‘Adzim 6/336)
Bahkan Allah sampai mengancam pelaku syirik yaitu surga diharamkan bagi mereka
مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ
Barangsiapa yang menyekutukan Allah, sungguh Allah telah mengharamkan surga baginya” (Al-Maidah : 72)
Selain itu Allah juga mengancam tidak akan mengampuni orang yang melakukan syirik jika sampai matinya dia belum taubat
إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Allah akan mengampuni dosa dibawah syirik bagi siapa saja yang dia kehendaki” (An-Nisa’ : 48)
Dia tidak ampuni manakala dia belum bertaubat sebelum matinya sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Jarir dalam tafsirnya (Tafsir Ibnu Jarir ath-Thobari 9/206)
Selain itu ulama juga sepakat akan kafirnya orang yang syirik akbar
اتفق الفقهاء على أن من أشرك بالله، أو جحده، أو نفى صفة ثابتة من صفاته، أو أثبت لله الولد فهو مرتد كافر
Para fuqoha’ telah SEPAKAT bahwa orang yang melakukan syirik kepada Allah, atau menafikan satu sifat yang telah tsabit diantara sifat-sifat Allah, atau menetapkan bahwa Allah punya anak maka dia murtad serta kafir .((Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah 22/183, Ibnu ‘Abidin 4/223, Asy-Syamil 2/17, Ad-Dasuuqiy 4/302, al-Iqna’ 4/297, al-Inshof 10/236, al-Mughniy 8/565))
2. Menolak Al-Qur’an
Dan kafir orang yang menolak Al-Qur’an seluruhnya atau sebagian (al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah 22/183, Ibnu ‘Abidin 4/224, al-Mughni 8/548, al-Iqna’ 4/297, Fatawa as-Subki 2/577)
Berkata sebagian ulama : Bahkan seseorang bisa kafir hanya dengan menolak satu huruf saja (al-I’lam biQowathi’i al Islam 2/42, Iqomatul Burhan 139)
3. Menghalalkan apa yang Allah haramkan

إِنَّمَا يَفْتَرِي الْكَذِبَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْكَاذِبُونَ

Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang yang pendusta” (An-Nahl : 105)

  وَمَنِ اعْتَقَدَ حِل شَيْءٍ مُجْمَعٍ عَلَى تَحْرِيمِهِ، كَالزِّنَا وَشُرْبِ الْخَمْرِ، أَوْ أَنْكَرَ أَمْرًا مَعْلُومًا مِنَ الدِّينِ بِالضَّرُورَةِ (1)
Dan berkonsekuensi murtad barangsiapa berkeyakinan halalnya sesuatu yang telah disepakati haramnya. Seperti zina, meminum khomr. Atau dia mengingkari suatu perkara yang yang terang sekali bahwa itu adalah bagian dari agama.
(Ibnu ‘Abidin 4/223, 224, 230, al-Mughni 8/548, al-Iqna’ 4/297, Fatawa as-Subkiy 2/577)  Note : Ini masuk dalam penjelasan Pembatal Keempat yang disebutkan Syaikh Abdul Wahhab dan disebutkan juga oleh Syaikh Sholih Fauzan dalam Kitab Tauhid (kalau nggak salah inget)
4. Menghina dan Mengolok-olok Allah
Allah berfirman mengenai orang-orang yang mengolok-olok Allah dalam firmanNya,
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُل أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ لاَ تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ
Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab ‘Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja’. Katakanlah : ‘Mengapa kapada Allah, dan ayat-ayatNya, serta RasulNya kamu selalu berolok-olok?’ Tidak perlu kamu meminta maaf, karena kamu telah kafir setelah beriman” (At-Taubah : 65)
Dan berkaitan dengan ini, ulama telah sepakat
   اتَّفَقَ الْفُقَهَاءُ عَلَى أَنَّ مَنْ سَبَّ اللَّهَ تَعَالَى كَفَرَ، سَوَاءٌ كَانَ مَازِحًا أَوْ جَادًّا أَوْ مُسْتَهْزِئًا (2)
          Para fuqoha telah sepakat bahwasahnya orang yang mencela Allah Ta’ala telah kafir, baik dia itu bercanda atau serius ataupun mengolok-olok .  ((al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah 22/184, Nailul Author 8/194-195, as-Saif al-Masyhur, al-Mughni 8/565, al-Furu’ 2/160, al-Khorosyi 8/74, ash-Shorim al-Maslul 550, asy-Syuruth al-‘Umuriyyah 141))
Ini juga disebutkan Syaikh Abdul Wahhab dalam Pembatal yang ke-6
5. Menghalalkan sihir
Mengenai sihir ini sebetulnya masu dalam bab “Menghalalkan apa yang Allah haramkan”. Sehingga orang yang berkeyakinan bahwa sihir itu boleh dilakukan. Dan sihir itu bukan sesuatu yang haram maka dia telah menghalalkan apa yang Allah telah haramkan.
   اتَّفَقَ الْفُقَهَاءُ عَلَى تَكْفِيرِ مَنِ اعْتَقَدَ إِبَاحَةَ السِّحْرِ
Fuqoha’ telah bersepakat tentang kafirnya orang yang berkeyakinan bolehya sihir (al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah 13/233).
Adapun melakukan sihir tanpa berkeyakinan bahwa itu suatu yang halal, tanpa menganggap itu adalah hal yang diperbolehkan, dan sihirnya tidak mengandung unsur kesyirikan dan kekufuran. Maka masalah ini ula berselisih pendapat tetang apakah pelakunya kafir atau tidak.
Hanya saja sihir ini adalah perbuatan dosa besar
وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ
Syaithon itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia” (Al-Baqoroh : 102)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
Jauhilah tujuh penyesat : Menyekutukan Allah (syirik), sihir dan membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan cara yang haq…..” (HR. Bukhori, Muslim, dan lainnya)
Lihat lebih lengkapnya dalam al-Kabair karangan Imam DzahabiDemikian tadi beberapa perkara yang bisa membatalkan keimanan kita, dan selain itu masih ada banyak hal lain. Sehingga sudah sepatutnya kita sebagai seorang muslim untuk menghindari hal itu demi keselamatan iman kita.
Dan ini fungsinya untuk cermin!! Bukan vonis person, karena mengatakan kepada saudara kita “Engkau Kafir” bukan perkara yang mudah, bahkan ini perkara yang sangat berbahaya. Dan tidaklah dikatakan seperti itu kecuali telah jelas dengan terang sekali.
Imam Syaukani mengatakan,
“Menghukumi seorang Muslim keluar dari agama Islam dan masuk dalam kekufuran tidak layak dilakukan oleh seorang Muslim yang beriman kepada Allah dan hari akhir, melainkan dengan bukti dan keterangan yang jelas-lebih jelas dari terangnya sinar matahari di siang hari (as-Sailul Jaror 4/578)
Tulisan ini juga sebagai dukungan dan pembelaan kepada dakwah Syaikh Muhamad bin Abdul Wahhab. Karena sebagian orang ada yang mengatakan bahwa dakwah beliau itu baru ada dan sebelumnya tidak ada. Maka tulisan di atas adalah materi2 yang ada dalam kitab beliau tapi dengan penjelasan ulama yang hidup jauh sebelum beliau. Ini bukti bahwa dakwah beliau itu sudah ada sejak zaman dahulu.Alhamdulillah bini’matihi tatimush sholihat
Jagalah Imanmu Wahai Saudaraku!!
Tagged on:                 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *