KETIKA TERBIASA DENGAN DOSA

0
131
views

KETIKA TERBIASA DENGAN DOSA

Ibnu Qudamah mengatakan bahwa kerusakan itu terjadi akibat banyaknya bersentuhan dengan kerusakan itu sendiri, lalu jiwa mengingkarinya sebagai sebuah kejahatan, lalu menjadi hal kecil dan dipandang enteng. Apabila seseorang sering melihat dosa besar yang dilakukan maka lama-lama dosa besar itu dianggapnya biasa. Seperti halnya seseorang yang sering memperhatikan sikap zuhud dan ibadah para ulama salaf maka dia menganggap bahwa ibadahnya belum apa-apa, hal inilah yang mendorongnya untuk lebih bersungguh-sungguh.

Ibnu An-Nuhas berkata,” Sering melihat kemungkaran akan membuat hati tidak lagi mengingkarinya. Apabila kemungkaran sering terlintas dalam hati atau sering dipandang oleh mata, maka lama-lama hati terasa berat untuk mengingkarinya, bahkan pada akhirnya dia tidak lagi menganggapnya sebagai sebuah kemungkaran atau kemaksiatan.” Terdapat kaidah yang dijelaskan ulama

ﻛﺜﺮﺓ ﺍﻟﻤﺴﺎﺱ ﺗزيل ﺍﻻﺣﺴﺎﺱ

“Seringnya terpapar bisa menghilang sensitifitas/respon”

Contohnya:
1) Terlalu sering melihat aurat/dosa maka hatinya biasa saja
misalnya: Dahulu ketika belum paham, belum terlalu menjaga jarak dengan teman wanita, bermain bersama, ngumpul bersama dan biasa saja. Kemudian ketika sudah paham agama, maka sangat terasa sekali fitnah/ujian wanita walau hanya dengan melihat dari kejauhan.

2) Hidup di daerah yang wanitanya biasa tidak menutup aurat, maka ketika istrinya tidak menutup aurat dan bisa dinikmati oleh semua mata laki-laki ia tidak cemburu

Karena sudah biasa lama-lama berlanjut dan membuka jalan ke arah kerusakan serta kelalaian yang lebih besar, melihat lengan biasa dan tidak puas ingin melihat yang lebih dari itu, begitu juga untuk kemaksiatan yang lainnya.

Kawan,
Contoh di atas menggambarkan bahwa sering terpapar ataupun bermudah-mudahan melakukan dosa walaupun dalam pandangan kita hal tersebut terasa kecil maka jiwa kita semakin lama akan menganggapnya lumrah sehingga pada gilirannya sulit untuk diingkari. Maksiat akan menjadi hal yang ringan dan biasa dikerjakan sehingga keinginan untuk melakukan ketaatan menjadi lemah serta pintu-pintu dosa besar akan semakin terbuka lebar untuk ditapaki.

Maka sejatinya sebagai hamba Allah yang mengharap keistiqomahan hendaknya selalu berusaha menjaga diri dan menjauhi dari hal-hal yang dimurkai Allah serta selalu memohon penjagaan dariNya.

Demikian semoga bermanfaat.

Referensi:

Kaidah: Sering Terpapar Menghilangkan Respon dan Sensitifitas

*Poster by RE

[DUKUNG DAKWAH MAJEEDR DARI RUMAH]

Bank BNI Syariah
No. Rek. 396 111 618
a.n. Hernawan Faiz Abdillah

Konfirmasi ke Donasi Majeedr : 085927420050 (WhatsApp / SMS)

Format : Donasi Perlengkapan # Nama Lengkap # Asal # Jumlah # Bank Pengirim# Tanggal Kirim

♻ Silakan disebarluaskan
═══ ¤❁✿❁¤ ═══
Follow us !
Facebook : https://facebook.com/majeelisdakwahremaja
LINE : http://line.me/ti/p/%40majeedr (@majeedr)
Instagram : https://instagram.com/majeedr1 (@majeedr1)
Telegram : t.me/majeedrofficial (@majeedrofficial)
Twitter : https://twitter.com/majeedrofficial
Website : www.majeedr.com
Majeedr TV : bit.ly/majeedr

Akun Kemuslimahan Majeedr (Bashira),
BASHIRA
Facebook: facebook.com/letsstudyislam (Bashira)
[email protected]: http://line.me/ti/p/%40bashira (@bashira)
Instagram: https://instagram.com/bashiraofficial (@bashiraofficial)
Telegram: t.me/bashiraofficial (@bashiraofficial)

Kunjungi juga Majeedr Store 
Instagram https://instagram.com/majeedrstore (@majeedrstore)
store.majeedr.com

Mau membantu dakwah dari rumah?
Yuk berdonasi buat program-program majeedr
Cek http://majeedr.com/info-donasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here